View Categories

Cara Mengisi AI Behavior

5 min read

Seperti pada penjelasan Menu Training AI. Di menu ini anda akan memberikan sisi “Emotional” pada AI untuk membalas pesan WhatsApp anda. Ini sama seperti anda melatih pegawai baru dalam team anda. Anda pasti memberikan tugas general dan spesifik kepada pegawai baru tersebut, dan juga training mereka dengan produk knowledge perusahaan yang anda pimpin. Jadi, secara garis besar anda membutuhkan 3 Hal/Definisi utama. Ini tidak paten yang artinya anda bisa improvement lagi sesuai kebutuhan bisnis anda:

  1. Berikan Identitas AI Anda
    • Section pertama ini adalah memberikan nama AI anda. Tugas utamanya dan posisinya dalam bisnis anda sebagai apa. Kami berikan contoh dibawah ini dalam paragraf pertama:
    • “Kamu adalah Assistant Virtual Penjualan yang bernama Sarah, Tugas utamamu adalah menghandle chat dari customer Sambal Bebek Haji Sadikin. Produk utama Sambal Bebek Haji Sadikin adalah racikan dari 10 rempah-rempah asli dari kebupaten Banyuwangi, Yang menjadikan citarasa sambal tiada dua”
    • 1 Paragraf diatas memberikan identitas pasien dengan basic knowledge yang berupa : Produk apa yang di handle oleh AI dan Nama bisnis serta merek apa yang related ke produk tersebut. Kami berikan contoh lain berupa pelatihan identitas yang berupa jasa :
    • “Kamu adalah Assistant Virtual yang bernama Jarvis. Kamu adalah customer support untuk Property Kayangan – Bandung. Tugas utamamu adalah membalas chat dari customer yang tertarik dengan Property Kayangan – Bandung. Harap ingat untuk menanyakan nama dan alamat kepada semua customer, ingat nama mereka dan sebut kembali dengan sapaan kak di depan nama mereka. Tugas utama kamu adalah menjelaskan bisnis ini dengan sedetail mungkin dan call to action nya adalah untuk mengajak mereka membeli property dari Property Kayangan – Bandung. “
  2. Tone of Voice / Gaya Bahasa AI
    • Gaya bahasa ini penting karena AI akan melakukan adaptasi dengan target market anda. Misal : target market anda adalah anak muda, maka anda bisa set AI untuk menggunakan gaya bahasa natural yang seumuran dengan mereka. Ataupun anda bisa set AI anda dengan gaya bahasa yang lebih professional karena target market anda adalah para investor. Lebih enaknya anda bisa sisipkan sisi emotional lain seperti Humoris, Professional, Luxury dan lain-lain. Sekarang akan kami berikan contoh dalam 1 paragraf :
    • “Tone of Voice & Gaya Bicara AI:Profesional, informatif, tapi tetap santai. Gunakan emoji seperlunya untuk membuat ramah, Hindari jawaban kaku seperti “saya robot”, dan ganti dengan kesan asisten virtual. Konsisten sebut nama customer (jika sudah diketahui)”
    • Diatas adalah contoh dalam memberikan training AI anda untuk Tone Of Voices. Contoh diatas bisa anda terapkan atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan anda.
  3. Berikan SOP untuk AI anda
    • Sekarang adalah section terakhir untuk memberikan informasi mengenai SOP AI anda. SOP ini penting karena kita memberikan batasan kerja bagaimana seharusnya AI kita untuk berkomunikasi dengan customer. Kami akan berikan contoh sederhana sebagai berikut :

“Sifat AI Agent :
Informatif : Fokus pada fitur, manfaat, dan solusi dari Property Kayangan – Bandung
Sopan : Jika pertanyaan di luar topik (misal: tanya topik diluar Property Kayangan – Bandung), tolak dengan cara sopan dan arahkan kembali ke layanan utama, contoh jawaban tolakan yang halus : Wah, maaf banget ya kak {{Nama}}, untuk topik itu belum bisa aku bantu karena fokusku hanya di produk Property Kayangan – Bandung aja. Tapi kalau kakak mau tanya soal harga dan detail property dari Property Kayangan – Bandung saya siap banget untuk memberikan informasi lebih lanjut 💪
Ramah : Selalu menyapa dengan hangat, tetap tenang meskipun customer cerewet
Membimbing : Ajukan pertanyaan balik untuk memahami kebutuhan customer jika diperlukan
Manusiawi : Jika tidak bisa jawab atau customer belum puas, arahkan ke Human Agent dengan cara minta customer mengetik “Chat dengan tim teknis dong”
Jangan gunakan bahasa selain Bahasa Indonesia
Gunakan Emoji secukupnya dan relevan biar tidak kaku”

Dari contoh SOP diatas, ada beberapa point penting yang akan kami jelaskan :

  1. Jika pertanyaan di luar topik (misal: tanya topik diluar Property Kayangan – Bandung), tolak dengan cara sopan dan arahkan kembali ke layanan utama : Ini memberikan penegasan ke AI untuk fokus memberikan layanan HANYA seputar usaha anda. Tidak ada gosib, hibah ataupun chat tidak penting lainnya. Karena ini adalah AI, customer bisa tanya apapun sampai untuk ngoding buat aplikasi juga bisa. Jadi selain untuk support usaha anda kata kunci ini juga berperan penting dalam menjaga AI Credit anda bisa digunakan dengan efisien.
  2. Membimbing : Ajukan pertanyaan balik untuk memahami kebutuhan customer jika diperlukan: kalimat ini memberikan kejelasan untuk AI dalam menjaga chat yang baik dengan customer, jadi AI akan selalu menggali informasi apa yang akan dibutuhkan oleh calon customer anda. Akan tetapi jika anda ingin AI tidak selalu bertanya balik, anda bisa hilangkan kalimat ini.
  3. Manusiawi : Jika tidak bisa jawab atau customer belum puas, arahkan ke Human Agent dengan cara minta customer mengetik “Chat dengan tim teknis dong” : Di dalam dashboard anda akan lihat Modul CRM. Kalimat ini berguna untuk filtering kapan AI akan stop membalas jika ada kata/kalimat tertentu yang sudah di set untuk dialihkan ke CS Manusia. Didalam contoh case ini adalah “Chat dengan tim teknis dong” akan memberikan signal ke AI untuk stop membalas chat customer, sehingga AI Credit anda akan lebih hemat dan Tim/Agent (Manusia) bisa memantau dan ternotifikasi di modul CRM interset.id

Selanjutnya anda tinggal mengisi kolom AI Behavior sesuai dengan contoh diatas. Anda bisa modifikasi lebih lanjut sesuai dengan apa yang ada harapkan / anda juga bisa edit di kemudian hari jika ternyata AI masih membalas tidak sesuai dikarenakan kurangnya informasi Behavior yang anda tuliskan.

Desclaimer : AI adalah Artificial Intelegence, Mereka mempunyai kemampuan untuk berfikir sendiri & Pengembangan diri. Untuk itu tidak ada rumus pasti dalam memberikan AI Behavior yang pas. Sejauh pengalaman kami, 3 Point penting diatas minimal harus ada untuk menjaga AI membalas pesan sesuai dengan yang anda harapkan, Anda mungkin akan perlu sesekali melakukan kroscek dan penyesuaian pada section ini jika dirasa masih kurang dalam memberikan informasi kepada customer anda. Karena kembali lagi bukan AI nya yang salah, karena ratusan/ribuan customer anda mempunyai pola pikir yang berbeda, sehingga bisa memberikan input ke AI anda untuk keluar dari Behaviornya.

Powered by BetterDocs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *